JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kreativitas tetap berkembang meski dibatasi pandemi. Inilah yang ingin disajikan peserta yang terlibat dalam World Kids Carnival, kemarin (22/11). Meski digelar secara virtual, minat peserta bahkan menembus batas internasional. Terbukti dengan kehadiran sejumlah negara yang turut memberikan kreasi mereka.

Tercatat 13 negara yang turut serta dalam gelaran yang berlangsung secara live ini. Yakni Indonesia, Jepang, India, Filipina, Hungaria, Serbia, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Bosnia dan Herzegovina, Uganda, Nigeria, serta Senegal yang mendaftar sehari sebelum pelaksanaan acara.

Di Jember sendiri, tercatat ada 35 talent dengan kostum meriah yang tampil di Kota Cinema Mall (KCM). Bersama dengan para personel marching band yang juga membuka acara yang diinisiasi oleh Jember Fashion Carnaval (JFC) tersebut. Jumlah peserta memang dibatasi, dan protokol kesehatan dijalankan sesuai dengan anjuran pemerintah. Meski diguyur hujan, namun tak mengurangi antusiasme peserta.

Ema, salah satu wali peserta WKC menjelaskan, pelaksanaan WKC saat ini terasa layaknya road show tingkat daerah. Di mana penontonnya tidak sebanyak seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, persiapan dan peserta juga dilatih total jelang show virtual ini.

Dirinya mengapresiasi para peserta, termasuk Rafa, putranya, dan sejumlah orang tua, yang meski sempat khawatir, namun tetap all out mengikuti persiapan hingga pelaksanaan virtual show. “Saya dan mama-mama kids juga turut menguatkan. Kasih motivasi ke semua anak,” ungkap Ema.

Dia pun ikut mengapresiasi peserta yang berpartisipasi dari luar negeri. Termasuk Jepang, yang berjanji akan mengirimkan perwakilannya dalam gelaran JFC jika pandemi telah usai. “Jepang juga minta kostum JFC untuk dikirim. Mereka akan datang tahun depan jika pandemi sudah selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden JFC Budi Setiawan mengungkapkan, ada dua skema teknis pelaksanaan. Terdapat negara yang melakukan fashion show di sebuah gedung layaknya studio, lalu direkam layaknya kegiatan virtual pada umumnya. Skema yang kedua adalah fashion show yang dilakukan dari rumah peserta. Peserta membuat video perkenalan diri dan ulasan sedikit terkait dengan kostum yang dipakai.

Source : https://radarjember.jawapos.com