2006-07-25 01:20:33

8 DEFILE JFC-5

8 DEFILE JFC-5

Jember Fashion Carnaval 5 digelar tahun ini dengan mengangkat tema umum yaitu Anxiety And Spirit of The World, menceritakan bahwa dunia sedang dilanda berbagai macam perististiwa yang membuat kita histeris, takut, gembira, sedih dan sebagainya. Sebagai ajang carnaval tahunan, JFC-5 ingin menunjukkan bahwa Jember layak untuk tidak dipandang sebelah mata. Mengangkat tema fashion dunia yang sedang trend sabagai imbas globalisasi dengan berbagai wawasan dan ilmu yang baru dengan tidak mengesampingkan budaya Indonesia sendiri.
Tema umum tersebut diformat ke dalam 8 defile antara alain: Archipelago Bali, Forest, Poverty, Mystic, Jamaica, Underground, Russia dan World Cup. Masing-masing sub tema mempunyai latar belakang yang berbeda tetapi masih dalam kesatuan tema.
•Archipelago Bali. Saat kita mendengar kata “Bali”, pasti yang terlintas di benak kita adalah sebuah pulau yang unik dan indah yang menjadi magnet wisata. Bali juga menyiratkan sebuah pulau yang telah mendunia dan mempunyai daya tarik tersendiri, kaya dengan nuansa artistik baik dari alamnya maupun masyarakat yang hidup di dalamnya. Kaya akan hal-hal yang berbau spiritual dan aura tradisi kuat tercermin dalam kegiatan masyarakat sehari-hari, menggabungkan ritme kehidupan religi dan culture yang tidak bisa ditemukan di belahan dunia lain. Misalnya dari tarian, cara berpakaian, bangunan dan karya seni yang memang berbeda dan didukung pula oleh kekayaan alamnya yang indah, pantai, pegunungan danau dan sebagainya. Sangat disayangkan dalam beberapa tahun terakhir, Dewata Island sempat terpuruk oleh ulah teroris, banyak nyawa tidak berdosa melayang, duniapun bersedih. Saat ini berbagai macam cara dilakukan masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat setempat khususnya untuk mulai menata dan bangkit menuju kehidupan yang lebih baik. Jember Fashion Carnaval mendukung hal yang banyak dibicarakan orang tersebut dengan memasukkan Bali sebagai salah satu defile yang akan diangkat. Mengaplikasikan keragaman budaya Bali dalam sebuah konsep fashion carnaval, fashion costume yang akan dieksplor beragam, bisa dari pakaian yang biasa dipakai penari Bali, dengan corak dan motif yang mencolok, kuning, merah, kotak-kotak hitam putih dan lain-lain. Dapat juga mengaplikasikan bentuk barong, leak dan ikon-ikon culture yang biasanya disimbolkan dalam bentuk patung dewa-dewa, binatang, bunga kamboja, sesaji dan bangunan-bangunan artistik. Untuk make-up, mengikuti kostum yang dipakai, cantik dan tegas atau sesuai dengan karakter kostum yang dibawakan. Sehingga menjadi kesatuan yang utuh antara kostum dan make-up. Kostum dan make-up yang dibawakan mempunyai karakter dan lebih spektakuler dari sumber inspirasi sebagai kekuatan tema karnaval itu sendiri. Iringan musik terinspirasi dari gending-gending tradisi Bali yang dimodifikasi dengan musik kontemporer dinamis, sehingga terkesan moderen etnik.
•Defile berikutnya adalah Forest atau hutan. Hutan mengandung kekayaan alam hayati yang menghidupi semua mahkluk hidup di bumi tanpa batas. Defile forest dipilih sebagai sub tema JFC-5, karena defile ini ingin mengapresiasikan keinginan manusia sebagai mahkluk bumi untuk mempertahankan kelestarian dan kedamaian alam sebagai jantung kehidupan yang selama ini terkikis oleh tangan-tangan jahil beberapa manusia yang tidak bertanggung jawab. Hutan gundul, tanah longsor, banjir, dan banyak terjadi ketidak seimbangan ekosistem hutan yang berimbas kehidupan flora dan fauna di dalamnya. Keinginan untuk menggugah mereka agar melihat lagi kedamaian pemandangan hutan, lebatnya dedaunan hijau dan ranting-ranting pohon, kokohnya pepohonan yang menaungi segala kebebasan fauna hutan dengan harmonisasi kehidupannya, jernihnya aliran sungai yang memecah kekeringan dan sebagainya.
Terinspirasi hal tersebut, Jember Fashion Carnaval mengadaptasi sebuah keinginan dalam sebuah fashion carnaval meliputi kostum dan make-up. Kostum forest secara general diwakili oleh bentuk-bentuk yang mengarah ke tumbuhan-tumbuhan hijau, bunga liar, rumput, pohon, ranting, dan tanah. Fauna yang dapat dijadikan inspirasi adalah fauna yang merefleksikan kedamaian dan kebebasan, misalnya burung-burung, merak, kupu-kupu dan binatang melata yang habitatnya biasa di pohon. Rona wajah tergambar cantik dengan karakter make-up yang natural, detil body painting bisa mengambil bentuk-bentuk fauna dan flora. Jenis musik yang dipilih lebih ditekankan kesan damai dan tenang. Formasi dan gerakan saat show time nanti menjadi suatu keutuhan dengan melepaskan kurang lebih 50 burung merpati sebagai simbol kedamaian dan kasih sayang.
•Poverty. Poverty atau kemiskinan masih dengan jelas terlihat di banyak negara di berbagai belahan dunia seperti Asia, Afrika, Amerika Latin termasuk juga negara kita Indonesia. Kemiskinan diangkat sebagai tema salah satu defile dengan tujuan untuk memaparkan kehidupan umum masyarakat dunia yang masih tertinggal dalam segala aspek kehidupan berjuang menuju era yang biasa disebut dengan masa transisi dari kehidupan berkembang menjadi masyarakat yang maju dalam segala bidang baik ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Pergolakan terjadi antara mereka yang berjuang tanpa lelah membanting tulang untuk sesuap asa dan mereka yang menjadi korban seleksi peradaban dengan menerima takdir sebagai kaum yang tertindas. Kesabaran dan ketelatenan mereka kaum bawah tersirat dalam mengais nafkah dengan resah dan berharap celah untuk menyambung hidupnya esok. Mengangkat kemiskinan dengan realita dan kontradiksi yang ada, tanpa meninggalkan konsep fashion sebuah carnaval, merupakan inti dari defile kemiskinan atau Poverty. Kostum dan make-up secara umum mendefinisikan sebuah perjuangan hidup dengan kemelaratan dan kesengsaraan. Busana dengan natural touch kusam, kumal dan tidak layak “pakai” yang secara kuat ditonjolkan, misalnya baju yang aus karena sudah lama dipakai, sobek, lusuh dan kotor. Make-up mengarah ke guratan-guratan wajah tua, sedih dan lemah, warna tanah.
•Mystic mengilhami tema salah satu defile Jember Fashion Carnaval-5 tahun ini, merefleksikan tema general Anxiety and Spirit of The World, dengan memberi kesan misteri dan mencekam. Manusia sebagai mahkluk hidup yang dibekali cipta, rasa dan karsa, dalam daur hidupnya pasti tidak akan pernah lepas dari lingkaran misteri, yaitu suasana alam lain di bawah alam sadar manusia, tidak nyata tetapi tersirat jelas. Di tengah dinamisnya perkembangan manusia dengan berbagai macam hasil cipta kemutakhiran teknologi sebagai transparansi, manusia saat ini masih mempercayai hal-hal yang berbau mystic dan misteri. Trend mengupas kengerian, penasaran, ketakutan, dan kegelisahan adalah contoh nyata respon manusia berinteraksi dengan hal-hal yang berbau misteri sebagai pengalaman hidup. Misteri dan mistik adalah dua kata yang berhubungan erat yang menjadi jembatan antara manusia dengan dunia lain. Banyak tokoh dan peristiwa-peristiwa misterius yang dijadikan simbol untuk mengekspresikan kegalauan hidup yang dialami manusia akhir-akhir ini. Histeria dan kepanikan tereksplor dengan aura mistik yang kejam, seram dan tidak ternalar akal. Jember Fashion Carnaval mencoba mengupas kostum dan make-up mistik dalam sebuah defile kostum dominasi hitam dan warna gelap, mengarah ke jubah-jubah lebar dan panjang dengan tekstur lusuh dan berat. Make-up tajam berkarakter, misterius dan kejam, detil mengarah ke bentuk-bentuk yang seram dan unlogic. Misalnya dengan detil darah, sayatan, mata gelap dan rambut yang tidak tertata.
•Defile Jamaica menjadi defile pilihan karena Jamaica merupakan salah satu negara yang memiliki ciri khas dibanding negara lain jika dilihat dari keunikan masyarakat dan budaya yang dihasilkannya. Budaya mereka rajut dengan kebersamaan dan ketekunan. Karya seni yang mereka suguhkan sungguh luar biasa, berkarakter dan banyak dipuja-puja banyak orang. Menganyam motif dengan manik-manik hingga membentuk gambar atau figur yang atraktif, mendandani diri dan lingkungan kehidupan dengan kebanggaan alam. JFC-5 mengambil tema defile Jamaica untuk menyuguhkan original culture sourch dengan mengeksplorasi sisi etnik dan kekentalan jiwa seni Jamaica yang terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Ketajaman insting manusia yang dekat dengan alam terbungkus eksotis dalam gaya berpenampilan. Banyak motif-motif unik mereka hasilkan sebagai identitas cultural masyarakat Jamaica yang dapat diaplikasikan dalam kostum dan make-up karnaval. Detil-detil warna-warni manik-manik dan bangunan bermotif eksentrik dan asesoris asli yang bercitarasa kuat sebuah seni.
•Rumit dan peliknya kehidupan manusia jaman ini menyisakan mereka-mereka di jalanan yang ingin hidup tanpa batasan dan tatanan. Ketidakinginan bersinggungan dengan orang lain yang dianggap tidak sealur pemikiran mendorong mereka untuk bersikap acuh dan masa bodoh, merubah patokan-patokan yang dianggap umum serta menciptakan pola-pola kehidupan yang aneh. Banyak orang memandang sebelah mata atas kehidupan mereka yang biasa dibilang unpredictable dan terselubung (Underground). Kebanyakan mereka membentuk komunitas-komunitas hidup atau dunia sendiri, yang dengan bebas mereka dapat mengekspresikan keinginan, harapan dan tujuan hidup versi mereka tanpa mengganggu orang lain. Jika dilihat dari penampilan mereka yang seenaknya, sebagai manifestasi penolakan tatanan hidup, mereka cenderung terlihat berani, tegas, keras dan kejam dalam kehidupannya.
Trend fashion 2006 mengangkat “dunia terselubung” ini sebagai symbol keinginan individual yang kuat dalam menapaki hidup. Underground merupakan refleksi kehidupan jalanan, menarik diangkat sebagai tema defile JFC-5 dilihat dari sisi positif yaitu perkembangan fashionnya. Gaya fashion yang diusung mengarah ke arah mendobrak paten-paten yang sudah ada, banyak menekankan kesan tidak rapi dan aneh serta keras. Kostum ditampilkan dengan peggunaan bahan kulit/imitasi warna gelap dan jeans, asesoris metal dan logam yang menunjukkan kesan maskulinitas, misalnya rantai, sabuk logam, kalung chokker berduri dan lain-lain. Make-up dan karakter tajam, mengarah ke mata gelap dan kejam, peran tatoo dan bodypaint sangat menonjol, bisa dipilih bentuk-bentuk sadisme dan “sangar” kata orang Jawa. Sebagai contoh, banyak band-band dengan musikalitas yang tinggi menggunakan unsur-unsur Underground sebagai cirikhas penampilannya dan ekspresi jiwa dalam bermusik.

•Trend fashion dunia bagai lingkaran fase yang tidak akan pernah terputus alurnya, tema-tema klasik dan unik sering terulang dan menjadi booming pada masa-masa tertentu. Dunia fashion mengambil peran penting dalam mempengaruhi gaya dan life style manusia. Penampilan menyiratkan kepribadian bisa dijadikan ungkapan yang tidak asing di telinga tetapi memang tidak selamanya benar. Segala aktifitas kehidupan manusia menjadi obyek fashion, mengingat pakaian dan perlengkapanya sudah menjadi kebutuhan mendasar sejak manusia dilahirkan bahkan bisa menjadi simbol identitas. Misalnya pakaian untuk bekerja, sekolah, tidur, makan, olahraga, berpesta, bepergian (travelling), dan lain-lain.
JFC-5 dengan defile Russia mencoba menyuguhkan trend dunia saat ini dalam fashion carnaval lewat fashion style yang mengarah ke gaya travelling. Rusia dikenal dengan karakter dinamis, tegas dan merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya menyukai perjalanan atau berkunjung ke tempat lain, hingga banyak icon-icon fashion yang mencoba mengembangkan gaya khas fashion style-nya. Banyak orang gemar melakukan perjalanan dengan berbagai tujuan; business, wisata dan sebagainya. Mobilitas mereka tidak terbatas dan cepat, sesuai dengan kebutuhannya, dalam berbusana mereka membutuhkan kenyamanan dan keamanan selama di perjalanan. Dapat dilihat dari pemakaian jas-jas/coat dan mantel bulu untuk menghalau cuaca dingin, sepatu boot dan syall hangat, dilengkapi topi bulu dan wool serta pemakaian tas-tas besar memberikan kesan eksklusif sebuah travelling. JFC-5 mengusung trend tersebut dengan mengeksplor lebih luas detil bulu dan jenis-jenis coat dan bootnya. Warna lebih mengarah ke coklat dan warna-warna natural untuk mengalihkan kebosanan suatu perjalanan. Karakter make-up yang ingin ditonjolkan lebih natural tapi tegas dan rona wajah yang segar. Defile Rusia menjadi berbeda dengan defile lain terlihat dari penggunaan musik dengan “beat” cepat dan “fun”.
•32 negara dunia beradu strategi dan posisi dalam suatu permainan memperebutkan sebuah penghargaan tingkat dunia, tidak hanya dilihat dari perolehan hadiah sebuah piala, atau kontak mental dan fisik di lapangan saja, tetapi spirit dan emotion-nya untuk bermain fair dan menjadi yang terbaik diantara yang terbaik telah membuat ajang ini layak untuk disebut sebagai event “dunia“. Mampu mempengaruhi manusia dari berbagai kalangan, atas, menengah sampai bawah, kulit putih, merah, hitam, coklat dan berbagai macam karakter manuisa. Mereka bertemu dan berinteraksi dalam sebuah ajang pesta spektakuler dunia yaitu World Champion. Setiap sudut negara, kota, desa bahkan desa pelosok pun ikut larut dalam kemeriahan untuk kemenangan dan keberhasilan memperebutkan Piala Dunia atau bahasa kerennya World Cup. Peristiwa besar dan hanya digelar empat tahun sekali ini menjadi spirit dunia dan menjadi warna tersendiri dalam berbagai bidang kehidupan manusia.
World Cup menjadi defile pamungkas sekaligus penutup untuk defile JFC-5 yang akan digelar 6 Agustus 2006 nanti, sebagai “gong “ atau puncak perayaan pesta bola. Sorak ramai suporter mengelu-elukan team kebanggaan, emosi kemenangan dan simbol-simbol yang berhubungan dengan pesta sepak bola menjadi inti defile ini. Setiap suporter bola tiap negara memiliki ciri khas dan karakteristik yang bisa ditonjolkan. Pengeksplorasian kostum, make-up, asesoris dan musikalitas serta formasi gerakan kuat tergabung dalam defile world cup. Kostum full color dengan detil-detil yang menunjukkan kegembiraan suporter, misalnya topi hooligan, syall dengan lambang-lambang sepak bola, bendera negara-negara peserta, benda-benda penyemangat pertandingan, “pom-pom”, terompet, dan sebagainya. Tidak kalah dengan kostum yang dikenakan, peran make-up juga sangat penting, biasa dipakai full di wajah dan body painting untuk tubuhnya dengan warna-warna yang mencolok.

Rangkaian defile Jember Fashion Cranaval 5 di atas menandaskan lagi bahwa fashion mempengaruhi gaya hidup manusia tanpa mengenal batasan. Tema tersebut diangkat dalam suatu karnaval untuk mengembangkan dan merefleksikan keinginan manusi dalam berkarya selama manusia tersebut masih hidup. Menyuguhkan tema fashion dunia yang sedang trend dengan wawasan dan ilmu yang baru dengan tidak meninggalkan budaya Indonesia sendiri. Hidup JFC!!



 

 

 

 

Jember Fashion Carnaval :: Official Website