14-03-2012 10:48:09

Liputan Exclusive JFC bersama Media Brazil (globo.com)

Pada 20 Februari 2012 Media Globo (Brazil) melakukan liputan exclusive bersama Dynand Fariz-Presiden JFC. Hasil liputan dimuat di Media Globo (globo.com)pada tanggal 02/03/2012.


Berikut hasil liputan selengkapnya
http://g1.globo.com/mundo/noticia/2012/03/com-carnaval-brasileira-estilista-indonesio-muda-vida-de-jovens.html

Terjemahan dalam bahasa Indonesia :

2012/02/03 00:40 - Diperbarui 2012/02/03 00:40
Dengan Karnaval Brasil, desainer Indonesia Dynand Fariz mengubah kehidupan Anak muda di Jember Fashion Karnaval, dengan 600 peserta.
Untuk parade, para anak muda membuat pakaian mereka dan melakukan make up sendiri

Giovana Sanchez G1, di Sao Paulo
Comente agora

Dynand Fariz pada hari-hari karnaval (Reuters)

Jember adalah kota kecil sebelah timur dari pulau Jawa di kepulauan Indonesia - negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Perekonomian berdasar di perkebunan tembakau dan dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang dengan propaganda terhadap merokok. Pengangguran di kalangan anak muda dan orang dewasa hanya meningkat.
Bosan melihat peluang dan kurangnya motivasi, Dynand Fariz punya ide. Pada tahun 1998, setelah kembali dari Paris, dimana ia belajar fashion dengan beasiswa, dia memutuskan untuk membuat sebuah studio.

[G1 diterbitkan pada hari Kamis dan Jumat (1 dan 2), 'Transformers' seri, yang menceritakan kisah orang yang mengubah hidup mereka untuk meningkatkan realitas orang lain.
Tapi itu bukan sebuah studio konvensional. Dalam 'House of Dynand Fariz' bisa belajar gambar teknik, menjahit, make-up, daur ulang, antara keterampilan lainnya. Secara bertahap, hasil dari pakaian yang dipresentasikan di seberang jalan dari rumah. Kemudian, pergi ke alun-alun utama kota. Hari ini, presentasi ini telah menjadi karnaval nyata.

The Indonesia hanya, dengan partisipasi 600 orang yang membuat kostum mereka sendiri, berlatih kinerja mereka dan melakukan riasan sendiri, Jember Fashion Carnival merevolusi semangat kota. "Sebelumnya, saya bangga dengan kota saya dan sekarang punya banyak," kata Dynard.

G1: Kapan dan apa yg melatarbelakangi Jember Fashion Carnaval?

JFC (Jember Fashion Carnaval) diawali dg pertemuan keluarga dari sebuah keluarga yang mengadakan pertemuan rutin setiap tahun saat Lebaran (idul fitri).Kemudian berkembang menjadi pertemuan antar keluarga dalam jumlah yang cukup besar yang melibatkan anak-anak, remaja, sampai orang tua. Dengan berbagai macam latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial dan lain lain. Dari sinilah kita terinspirasi untuk membuat satu komunitas yang lebih rutin melalui pembuatan sebuah rumah mode.Inilah awal mulanya saya memperkenalkan fashion kepada mereka, termasuk memperkenalkan karnaval. Akhirnya kita berkarnaval di sekitar tempat kita bekerja dg melewati jalan kecil. Kemudian sampai pindah ke alun-alun kota. Karnaval ini berkembang dari peserta sekitar 30 org jadi 75 org dan akhirnya lahir JFC 1 sekitar 175 org yang diselenggarakan pada tanggal 1 januari 2003 di Jember Jawa Timur Indonesia. Semua peserta sebelum berkarnaval kita ajarkan bagaimana mereka menjadi model, penari, dan termasuk merancang pakaian yg akan dipakai, sekaligus juga diajarkan bagaimana berias,menyanyi,presenter termasuk pembekalan bagaimana menyelenggarakan acara karnaval dari mempersiapkan sampai memperkenalkan kepada masyarakat dan media.
.

G1: Apa yang menjadi kendala(kesulitan) utama saat awal memulai ?untuk saat ini?

Awalnya JFC sulit diterima masyarakat karna JFC banyak mengangkat isu global dan tidak mengangkat budaya lokal. Tetapi sejak JFC 3 saya mulai mengangkat budaya lokal misalnya ide ethnic Indonesia yang kita beri nama archipelago; jawa,bali, borneo, papua, minang, toraja. Banyak yang ingin menjadi sponsor JFC tapi pihak sponsor lebih mengutamakan kepentingan brand mereka dibandingkan peranannya,sehingga saya lebih memilih tidak memakai sponsor demi menjaga totalitas dan originalitas konsep fashion carnaval, tanpa dipengaruhi oleh brand apapun. Namun,ada beberapa perusahaan yang bisa memahami itu dan tetap mendukung tanpa branding. Selain itu awalnya dukungan dari pemerintah sangat sulit didapat, perlu pembuktian yang nyata bahwa event ini berkualitas dan bermanfaat dan kita telah membuktikannya. Media lokal pun awalnya memandang event ini sebelah mata, hingga media asinglah yang mengawali liputan internasional tentang JFC, lalu diikuti oleh media nasional dan lokal yang merasa kecurian.Berbekal dengan modal terbatas, komitmen yang kuat, kerja keras dan profesionalisme dengan membangun mimpi dan cita-cita bersama semua peserta kita sepakat bahwa suatu saat JFC pasti bisa menembus batas dan melintas dunia karna keajaiban Tuhan.

Fantasi di Karnaval pawai Jember (ANTARA News)

G1: Apa carnival Brazil menginspirasi anda dan para peserta?

Ya, Carnival Brazil menginspirasi saya karna kemegahan dan
penyelenggaraannya yang spektakuler yang bisa disiarkan langsung ke seluruh dunia,termasuk peserta Jember Fashion Carnaval juga ingin seperti peserta karnaval di Brazil. Tetapi JFC harus beda dengan Brazil, JFC harus punya identitas dan originalitas misalnya tiap peserta harus merancang sendiri, memperagakan sendiri,berias sendiri, tanpa mempengaruhi segala bentuk tubuh, warna kulit dan latar belakang pendidikan ataupun status sosial mereka.

Parade berlangsung setahun sekali di Indonesia
(Foto: RISMIYANTO / Handout)

G1: Bagaimana proses hingga kostum terbuat?

Tiap peserta diajarkan merancang dan membuat design termasuk konstruksinya melalui contoh kostum yang dibuat oleh tim kreatif sesuai dengan tema yang ditentukan. Kemudian tiap peserta akan mengembangkan ide-ide dasarnya melalui penelitian, survey, diskusi dll termasuk juga diajarkan untuk bisa memanfaatkan bahan"daur ulang atau bahan apa saja yang bisa diolah kembali menjadi lebih menarik.

G1: Berapa orang yg berpartisipasi saat ini? Apakah anak"muda?

Sampai saat ini tiap acara Jember Fashion Carnaval dibatasi pesertanya sebanyak 600 orang. Mereka diseleksi melalui audisi berdasarkan tema–tema yang ditentukan. Sebagian besar pesertanya adalah anak-anak muda berusia 13 tahun keatas, sebagian ada anak-anak kecil sekitar 5-6 tahun, lalu ada juga orang-orang tua sampai 50 tahun, dengan kondisi stamina yang masih bagus.

G1: Bagaimana anda menentukan tema" karnaval?

Question: Penentuan tema karnaval selalu didasari oleh survey & research dari trend fashion, kejadian / peristiwa alam yang terjadi di dunia serta kekayaan alam Indonesia & dunia sehingga JFC setiap tahun selalu berganti tema, misal JFC 1 temanya gipsy, cowboy and punk. JFC 2 ( Arab, Maroko, India, China dan Jepang ), JFC 3 ( Mali, Athena, Brazil, Indian, Futuristic dan Vintage ), JFC 4 (Tsunami, Egypt, China, Grandprix, discontruction, England, Carribean),JFC 5 (Bali, Forest, Poverty, Mistic, Jamaica,Underground, Russia, World Cup), JFC 6 (Borneo, Prison, Predator, Undercover, Amazon, Chinesse Opera, Anime, Recycle ) ,JFC 7 (Papua, Barricade, Off Eart, Gate 11,Roots, Metamorphic, Undersea,Robotic ) ,JFC 8 (Ranah Minang, Upperground, Animal Plants,Off Life, Hard Shoft, Container, Techno Eth, Rhythm), JFC 9 ( Dream Sky, Toraja, Butterfly, Thailand, Cactus, Kabuki, Mongol Apocalypse, Voyage). Khusus JFC 10 saya menampilkan tema tema terbaik pilihan dari JFC 1-9 untuk ditetapkan defile apa yg terbaik dan akan tampil kembali di JFC ke 100 yg mewakili dekade 1. Dan seterusnya.

.G1: Apakah JFC ini satu"nya karnaval yang anda miliki?

Ya,JFC satu-2 nya karnaval modern di Indonesia, tapi sekarang JFC sudah menjadi inspirasi karnaval bagi kota-kota lain di Indonesia. Saya dan tim JFC membantu kota kota lain mewujudkan inspirasi karnaval ini. Misalnya mulai dari membuat konsep,menentukan tema, melatih peserta sampai menyelenggarakan acaranya.

G1: Bagaimana respon ulama muslim terhadap event ini di awal mula?bagaimana untuk saat ini apakah mereka mendukung?

Respon ulama muslim di awal mula sebagian besar menentang karna dianggap membawa budaya asing dan akan merusak anak"muda di kota jember, apalagi Jember adalah kota religius dan banyak pusat pendidikan agama islam. Namun tahun demi tahun mereka mendukung bahkan sebagian besar peserta JFC beragama muslim dan banyak juga yang berjilbab yang akhirnya mereka mendukung keberadaan JFC karna JFC bs membuktikan bahwa JFC adalah komunitas anak"kreatif, inovatif, dan selalu berkarya dengan jiwa sosial untuk kepentingan mempromosikan fashion carnaval dari kota Jember,jawa timur, Indonesia untuk dunia.
.

Karnaval Jember (Foto: RISMIYANTO / Handout)

G1: Bagaimana imbal balik nya bagi anda?dan cara apakah menurut anda JFC dapat memberi perubahan bagi kehidupan?

JFC bagi saya adalah kehidupan, dan bisa menjadi inspirasi banyak orang terutama anak-anak muda dalam berkarya hingga bisa menembus dunia. Berikan kebebasan dalam berkarya hingga menjadi karya yang luar biasa. Berikan kesempatan pada tiap peserta tanpa memandang fisik, jenis kelamin, agama, profesi, latar belakang pendidikan, status sosial,dll. Yang terpenting bagi JFC adalah motivasi bahwa setiap orang punya mimpi dan kesempatan hidup hanya sekali jadi berkaryalah untuk Negara dan bangsa dan untuk dunia. JFC telah mengubah kehidupan banyak orang termasuk anak"muda dari mulai cara mereka memandang sebuah kehidupan, sampai menumbuhkan jiwa social entrepreneur dalam diri mereka.

G1: Bagaimana menurut anda secara personal terhadap hal ini? apakah ini layak dan cukup berharga bagi anda?

Berawal dari ketidak banggaan saya terhadap kota kelahiran saya, sekarang menjadi bangga luar biasa karna kota kelahiran saya telah menjelma menjadi perhatian dunia karena ada Jember Fashion Carnaval yang setiap tahun secara rutin digelar dengan disaksikan ratusan ribu penonton dan diliput lebih dari 1000 media dan photographer nasional maupun international dg catwalk sepanjang 3,6km di jember. Dan di dekade pertama ini, saya bersama JFC telah menyelenggarakan konser indoor perdana di Istora Senayan Jakarta. Di tahun 2011 yang lalu untuk proses regenerasi Jember Fashion Carnaval telah mendirikan lembaga pendidikan tinggi dengan kurikulum karnaval yang pertama di Indonesia yaitu 'International Carnival Institute'. JFC juga memiliki JFC marching band yaitu satu"nya marching band di Indonesia dg konsep festival yang selalu mengiringi setiap penampilan JFC dalam bentuk kolosal pada saat roadshow ke berbagai kota. JFC juga pernah roadshow ke inggris,mumbay dan shanghai. JFC juga meraih prestasi international seperti meraih Best National Costume yang diikuti kurang lebih dari 48 negara di Dominica Republic, Korea selatan & Taiwan. Saya Ingin bersama JFC tampil di festival RIO DE JENAIRO BRAZIL karena karnaval RIO DE JENAIRO adalah kiblat karnaval dunia. JFC punya keunikan yang tidak dimiliki oleh karnaval manapun agar JFC bisa jadi inspirasi negara"lain dengan segala keunikannya,keragamannya, dan fantastiknya kostum dengan berbagai macam latar belakang budaya Indonesia.


 

 

 

 

Jember Fashion Carnaval :: Official Website